Jumat, 14 September 2018

penyembuhan kanker payudara stadium 2

penyembuhan kanker payudara stadium 2 - Kanker payudara stadium 3 merupakan kelanjutan dari kanker payudara stadium 1 dan kanker payudara stadium 2. Kanker payudara stadium 3 merupakan fase dimana sel-sel kanker dalam tubuh semakin ganas dan mengerikan. Pada tahap stadium ini, sel kanker sudah semakin berkembang ke bagian tubuh lainnya di sekitar payudara. Kanker payudara stadium 3 ini, merupakan fase dimana kanker akan semakin sulit untuk ditangani dan juga peluang sembuh total yang sangat tipis.
Sponsors Link

Bila kanker payudara telah mencapai stadium 3 ini tidak segera disembuhkan, maka sel kanker ini akan semakin berkembang, meluas dan akan menjadi lebih ganas.
Fase Kanker Payudara Stadium 3
Pada penyakit kanker payudara stadium 3 memiliki 3 fase, yaitu :
 Stadium 3A

Kanker payudara stadium 3 A mempunyai ukuran benjolan lebih dari 5cm atau sudah menyebar dan mempengaruhi kelenjar limpa di tubuh. Lalu kelenjar-kelenjar limpa yang sudah terjangkit ini, akan saling merapat dan mendesak jaringan sekitarnya.
 Stadium 3B

Kondisi kanker payudara pada stadium ini, dimana sel kanker sudah menjalar ke kulit, dinding rongga dada dan kelenjar limpa mamari di bawah rusuk. Pada stadium ini sel kanker dapat menyebar ke bagian lain tubuh dan akan semakin menjadi ganas.  Stadium 3C
 Kanker payudara stadium 3 C, yaitu sel sudah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening dalam group N3, yaitu kanker telah menyebar lebih dari 10 titik di saluran getah bening di bawah tulang selangka.

Gejala-gejala

Gejala dan ciri-ciri kanker payudara stadium 3 ini merupakan perkembangan dari kanker stadium sebelumnya, yaitu stadium 1 dan kanker payudara stadium 2. Pada kanker payudara stadium 3 si penderita tidak bisa menunda pengobatan lagi. Gejala yang terjadi pada kanker payudara stadium 3, yaitu :
  • Terdapat benjolan yang berdiameter lebih dari 5cm.
  • Gelenjar getah bening sudah mulai terinfeksi sel kanker payudara.
  • Sel-sel kanker sudah melekat pada kulit payudara.
  • Warna kulit payudara berubah menjadi kemerahan.
  • Kulit payudara mengerut.
  • Terdapat proses peradangan pada kulit payudara.
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan mulai bernanah.

Pengobatan

Pengobatan kanker payudara yang sudah memasuki stadium 3 sebaiknya dilakukan dalam tahapan seperti berikut :
  1. kemoterapi terlebih dahulu agar wilayah yang terkena kanker bisa diperkecil baru setelah itu baru dilakukan pembedahan oleh dokter
  2. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat sel kanker pada payudara. Pada kanker payudara stadium 3 pembedahan sudah tidak bisa ditunda lagi.
  3. Teknik radiasi dilakukan untuk membasmi
  4. Kanker payudara pada stadium 3 ini, hanya memungkinkan penderita untuk sembuh sekitar 11,2%, akan tetapi penderita tidak boleh putus asa dan harus tetap berusaha terlebih dahulu untuk melakukan segala cara untuk menyembuhkan penyakit ini.
Metode yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara stadium 3 ini, tidak diberlakukan sama pada setiap pasien. sebaiknya segera konsultasi dengan dokter yang ahli, untuk melakukan pengobatan yang tepat sesegera mungkin.

Pencegahan


  • Tidak menggunakan BH terlalu ketat dalam jangka waktu lama
  • Tidak mengkonsumsi rokok
  • Tidak mengkonsumsi makanan dan minuman alkohol
  • Makan buah-buahan dan sayuran secara teratur. Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang berguna mengurangi risiko tumbuhnya sel kanker. Makanan yang baik dikonsumsi adalah jenis makanan olahan dari kacang-kacangan seperti tempe, tahu, dan susu kedelai murni dan harus higienis.
  • Rajin berolahraga secara teratur. Olahraga dapat dilakukan dengan yang ringan-ringan saja. Anda dapat melakukan olahraga seminggu 3 kali atau minimal 2 kali seminggu dengan waktu minimal 20 menit.
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter setiap bulan.
  • Tidak makan makanan yang berlemak
  • Kontrol tingkat stres Anda. Stres yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit dalam tubuh kita.
  • Banyak minum air putih yang higienis

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat kanker Payudara (Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.
 Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut:




Jumat, 07 September 2018

kanker payudara stadium 2

kanker payudara stadium 2 - Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui. Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.
Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami _ Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis. Jika terdeteksi pada stadium awal, kanker dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain tubuh. Gejala awal kanker payudara adalah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Tetapi sebagian besar benjolan belum tentu menandakan kanker.

Gejala Dan Penyebab Kanker Payudara

 Kanker payudara memang tidak bisa dianggap remeh. Faktornya beragam, mulai dari gaya hidup yang berbeda hingga jenis makanan yang dikonsumsi tiap harinya.  Jenis kanker payudara yang dialami wanita bisa digolongkan menjadi dua. Pertama, kanker yang bermula di bagian saluran payudara (duktus laktiferus) atau yang lebih dikenal sebagai duktal karsinoma. Jenis kanker ini lebih banyak ditemukan dibanding jenis kanker lobular karsinoma, yakni kanker yang bermula dari bagian lobulus atau kelenjar susu.
Masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa terserang kanker payudara. Namun, sejumlah ahli menemukan bahwa faktor bawaan genetik menjadi salah satu penyebab umum seseorang terserang kanker ini. Sel kanker tidak menurun dari orang tua ke anak, tapi seseorang yang memiliki gen tertentu (BRCA1 dan BRCA2) memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara atau kanker rahim. Selain itu, faktor usia juga berpengaruh pada pembentukan sel kanker payudara. Semakin tua seorang wanita, semakin tinggi risikonya terhadap kanker ini. Tercatat, 80 persen penderita kanker payudara adalah wanita berusia di atas 50 tahun dan telah mengalami menopause.
Indikasi munculnya kanker payudara bisa dideteksi dengan munculnya benjolan di sekitar payudara yang disertai nyeri, Gejala ini muncul akibat adanya penebalan jaringan di payudara. Meski demikian, munculnya benjolan di sekitar payudara bisa saja hanya benjolan biasa dan tidak berisi sel kanker. Oleh karena itu, para wanita dihimbau untuk segera mengecek kondisi tersebut ke dokter untuk mencegah munculnya kanker.
Gejala lain kanker payudara adalah timbul rasa sakit di sekitar payudara dan ketiak, munculnya ruam merah dan kerutan di kulit payudara, bentuk puting payudara mengerut dan mengeluarkan darah, atau berubahnya ukuran pada salah satu atau kedua payudara. Penanganan kanker payudara bervariasi tergantung pada beberapa faktor, yakni jenis kanker payudara, stadium kanker, usia, dan juga kondisi kesehatan penderita saat itu.

Faktor Risiko Kanker Payudara

  1. Genetika. Anda wajib memerhatikan riwayat keluarga anda, apabila anda memiliki saudara atau leluhur yang terkena kanker payudara maka anda harus lebih waspada. Karena anda juga bisa terkena penyakit ini 4 kali lebih besar. Untuk itu, anda wajib sekali melakukan tes skrining pada payudara anda setiap rentan 6 bulan sekali agar anda bisa lebih aman jika terkena masalah yang sama.
  2. Wanita usia lansia. Wanita yang menginjak usia 50 tahun ke atas ternyata memiliki risiko tertinggi terkena masalah kanker payudara. Penyebabmya akibat dari perubahan hormon yang cukup signifikan di usia ini. Penyabab lainnya adalah karena sistem imun anda mulai melemah saat menginjak usia pertengan ini.
  3. Pubertas lebih awal. Saat ini banyak wanita yang mengalami pubertas lebih awal. Ternyata siklus ini juga bisa mempengaruhi anda terkena masalah kanker payudara. Ini biasanya karena hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil.
  4. Alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi oral semacam pil dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker rahim, tetapi jenis kontarasepsi ini juga memiliki banyak efek samping. Salah satunya adalah peningkatan risiko mengembangkan sel kanker payudara.
  5. Masalah hormon. Wanita yang memiliki masalah hormon seperti kebanyakan hormon testoteron bisa menyebabkan wanita itu terkena masalah kanker payudara.

Ciri Benjolan Kanker Payudara

  1. Munculnya benjolan di payudara. Benjolan di dalam payudara merupakan salah satu pertanda awal dari munculnya kanker payudara.
  2. Warna kulit payudara Anda berubah.
  3. Munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri.
  4. Muncul benjolan pada ketiak.

Cara Mencegah Kanker Payudara

  • Menjaga berat badan tetap ideal. Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas setelah masa menopause, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 30–60 persen. Sementara, wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas sebelum masa menopause, risiko terkena kanker payudara 20–40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan normal. Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon di dalam tubuh.
  • Utamakan makanan sehat. Meskipun mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran segar belum memberikan perlindungan yang efektif terhadap kanker payudara, setidaknya hal tersebut dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah sumber-sumber makanan untuk dihindari sebagai usaha pencegahan yang disarankan.
  • Luangkan waktu untuk berolahraga. Wanita yang aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.
  • Menyusui bayi secara teratur. Meskipun tingkat penurunan risikonya kecil, menyusui bayi dapat membantu mencegah kanker payudara. Tiap 12 bulan menyusui, risiko terkena kanker payudara dapat berkurang sebesar 4,3 persen.
  • Hindari terkena paparan radiasi. Ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya penggunaan peralatan kesehatan CT scan, bekerja di tempat pengobatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan, serta bahan-bahan kimia. Lindungi diri Anda dari paparan tersebut dan semaksimal mungkin dihindari.

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat kanker Payudara (Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.

 Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut:



Rabu, 05 September 2018

Tindakan pengobatan kanker payudara

Tindakan pengobatan kanker payudara - Kanker payudara adalah suatu penyakit ganas payudara wanita dan memberikan angka kematian yang tinggi dari semua kanker. Biasanya wanita mengalami kanker ini pada umur 60-61 tahun. Untuk perbandingan, satu dari delapan wanita Amerika menderita kanker payudara.
Pada wanita, kanker payudara jarang terjadi pada umur sebelum 30 tahun dan angka kejadiannya meningkat setelah mati haid. Untuk alasan ini benjolan payudara yang terdapat pada wanita setelah mati haid dianggap sebagai kanker payudara sampai dibuktikan adanya penyakit lain. Walaupun bisa, tapi kanker payudara jarang terjadi pada pria. Bilapun hal ini terjadi, biasanya tidak sampai stadium lanjut.

GEJALA

Kanker payudara umumnya tidak terasa nyeri, hanya kadang-kadang timbul rasa tidak nyaman. Kanker Payudara yang paling sering terjadi adalah yang tumbuh perlahan-lahan sebagai benjolan yang tidak nyeri.
Pada stadium awal, biasanya ditandai dengan adanya sejenis gumpalan di dalam payudara, tidak terasa nyeri, namun teraba keras, batas tidak jelas, terdapat gambaran yang abnormal pada pemeriksaan mamografi.
Pada stadium lanjut, terdapat retraksi kulit / puting payudara, pembesaran kelenjar getah bening ketiak, pembesaran payudara, bengkak, nyeri, warna kemerahan, gumpalan melekat pada kulit atau dinding dada, kulit terlihat seperti kulit jeruk, terlihat adanya luka pada kulit payudara. Penyebaran kanker dapat terjadi melalui saluran lymphe (limpa) atau aliran darah. Penyebaran lebih sering terjadi pada organ paru, tulang (terutama tengkorak, tulang belakang dan panggul) dan organ hati. Apabila memungkinkan, penyebaran kanker ini harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening, pemeriksaan sinar-X terhadap tulang dan dada, pemeriksaan scanning hati dan tulang menggunakan radioaktip isotop.
Untuk menentukan adanya kanker payudara, perlu dilakukan pengetahuan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik payudara, pemeriksaan mamografi, pemeriksaan biopsi berupa pemeriksaan jaringan payudara yang diambil dari jaringan yang diambil dengan cara biopsi atau aspirasi biopsi dengan jarum suntik.

PENYEBAB

Secara genetik, kanker payudara terjadi 3-4 kali lebih besar bila ibu penderita juga menderita kanker payudara yang terjadi sebelum masa menopause atau mati haid. Hal ini terjadi karena kromosom penyebab kanker tersebut bermutasi atau berubah secara lebih dini pada keluarga yang menderita kanker payudara dan ovarium.
Sedangkan dari sisi faktor hormonal, pemberian hormon Estrogen dan hormon Progesteron pada usia setelah mati haid dapat juga meningkatkan kejadian Kanker Payudara. Oleh karena itu, penggunaan terapi sulih hormon dengan Estrogen dan Progesterion dihentikan.
Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya kanker payudara adalah:
o    Ras: kulit putih.
o    Umur: lanjut.
o    Riwayat keluarga: terdapatnya Kanker Payudara pada Ibu, adik wanita atau anak wanita.
o    Faktor Genetik: mutasi BRCA1 atau BCRA2.
o    Riwayat medis sebelumnya: Kanker Endometrium, Kanker pada Payudara sebelahnya.
o    Riwayat haid: Haid yang terjadi lebih awal ( dibawah umur 12 tahun ), Mati haid yang lebih lanjut ( di atas umur 50 tahun ).
o    Riwayat reproduksi: tidak melahirkan anak atau hamil pertama pada umur lanjut.

PENGOBATAN
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker payudara, yaitu: tindakan kuratif (menyembuhkan) dan tindakan paliatif (meringankan penyakit tetapi tidak menyembuhkan).
Tindakan kuratif dianjurkan untuk penderita kanker payudara stadium klinik I, II dan III. Penderita yang sudah pada stadium T3, T4 diobati dengan multiple terapi tetapi kebanyakan tindakan paliatif (yang meringankan) dapat diberikan. Tindakan paliatif sendiri dapat dilakukan pada penderita kanker payudara pada stadium IV yang sudah mengalami penyebaran sel-sel kanker ke tempat-tempat yang jauh.
TINDAKAN KURATIF
A. Pilihan Pengobatan Primer
Pada saat ini penanganan standar untuk stadium I, stadium II dan kebanyakan stadium III adalah tindakan bedah yang dilanjutkan dengan pengobatan radiasi atau pengobatan sistemik bilamana diperlukan. Pengobatan tambahan baru lebih populer sejak benjolan kanker dapat mengecil karena pengobatan kemoterapi yang dilakukan sebelum tindakan bedah.
B. Tindakan Bedah
1. Pengobatan untuk mempertahankan payudara:
Ukuran benjolan kanker merupakan pertimbangan dalam upaya mempertahankan payudara. Benjolan dengan ukuran 4 cm umumnya dapat diangkat. Namun, benjolan yang lebih besar dari 4 cm merupakan kontra-indikasi yang relatif untuk melakukan tindakan pengangkatan benjolan tersebut. Penderita harus dapat menerima keadaan payudara secara kosmetis, yang juga tergantung dari ukuran besarnya payudara itu sendiri.
2. Pengangkatan Payudara
Tindakan pengangkatan payudara merupakan standar pengobatan pada kanker payudara stadium awal, meskipun pengobatan dengan radiasi lebih disukai pada tahap stadium awal ini karena penderita lebih menyukai menyelamatkan payudara mereka.
Pengangkatan payudara yang dimodifikasi (modified radical mastectomy) akan mengangkat kulit, puting payudara, dan daerah areola payudara, jaringan penutup otot dada dan kelenjar getah bening. Pada tindakan ini, pengobatan radiasi tidak diperlukan. Meskipun demikian, pengobatan radiasi akan diperlukan bila terdapat penyebaran ke kelenjar getah bening. Tindakan ini akan mempengaruhi dada penderita secara kosmetis.
Pengangkatan payudara secara radikal (radical mastectomy), akan mengangkat otot-otot dada yang berdekatan. Tindakan ini jarang dilakukan.
Tindakan membangun kembali payudara, cepat atau lambat perlu dibicarakan dengan penderita yang mengalami tindakan pengangkatan payudara. Penderita perlu membicarakan tentang tindakan ini dengan seorang dokter Ahli Bedah Plastik.
Pengobatan radiasi setelah pengangkatan sebagian payudara diberikan selama 5-7 minggu. Setiap 5 hari, pemberian fraksi dari dosis total sebanyak 5000 – 6000 cGy.
C. Pengobatan Sistemik Tambahan
Pada kenyataannya secara praktis, umumnya Dokter Oncologist (Ahli Penyakit Kanker) sering menggunakan pengobatan sistemik tambahan untuk penderitam, baik yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening ataupun belum.
1.Kemoterapi (pengobatan dengan obat anti kanker)
Setelah tindakan bedah dan pengobatan radiasi dilakukan, pemberian pengobatan secara sistemik dapat menambah besar umur harapan hidup. Pengobatan ini disarankan untuk diberikan kepada penderita kanker payudara yang dapat diobati. Efek samping dari pemberian obat kemoterapi yang paling sering terjadi adalah gangguan lambung yang berupa rasa mual dan muntah. Hal ini diatasi dengan pemberian obat yang berpengaruh pada susunan syaraf pusat. Obat yang mengandung growth factor (faktor pertumbuhan), seperti obat Erythropoietin, yang merangsang pembentukan sel-sel darah merah dan obat Filgrastim yang merangsang pembentukan dan pembedaan sel-sel darah dapat mencegah terjadinya Anemia dan Neutropenia (menurunnya sel-sel darah putih) akibat pemberian obat-obat kemoterapi. Obat-obat ini akan mengurangi angka kejadian infeksi yang merupakan komplikasi dari pengguanan obat kemoterapi. Obat Kemoterapi diberikan selama kurun waktu 3-6 bulan.
2. Pengobatan Hormonal
Pengobatan tambahan dengan hormon adalah efektif dalam menurunkan angka kematian penderita sebanyak 25%. Obat standar yang diberikan adalah tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen sebaiknya diberikan sebagai obat sistemik pada wanita penderita kanker yang tergantung dari keberadaan hormon, tanpa memandang umur, status mati haid atau faktor prognostik lainnya.

TINDAKAN PALIATIF
A.    Radioterapi
Radioterapi dianjurkan untuk diberikan pada kanker yang sudah menyebar ke tempat-tempat yang jauh. Hal ini untuk menghindari terjadinya borok pada kulit penderita, rasa nyeri yang hebat, dan manifestasi lainnya pada payudara dan kelenjar getah bening. Pemberian radiasi ini juga berguna dalam pengobatan penyebaran kanker ke tulang dan jaringan lunak untuk mengatasi rasa nyeri dan mencegah patah tulang. Secara umum, radioterapi terutama berguna dalam pengobatan pada kasus penyebaran ke tulang, dinding dada, otak dan penekanan sumsum tulang belakang.
B.    Pengobatan Terarah
Pemberian hormon biasanya lebih berhasil pada wanita sesudah usia mati haid, bahkan pada mereka yang mendapatkan pengobatan dengan hormon Estrogen.
Pada penderita sebelum mati haid, pengobatan terarah dilakukan dengan pengobatan hormon primer dan sekunder atau tertier.
Sedangkan pada penderita sesudah mati haid, pengobatan dilakukan dengan pengobatan hormone secara primer, sekunder atau tertier, dan kemoterapi. Pengobatan hormon secara primer merupakan pengobatan pilihan untuk wanita sesudah mati haid dengan kanker payudara. Sedangkan pengobatan hormone secara sekunder atau tersier dipakai untuk pengobatan kanker payudara stadium lanjut bagi penderita yang sudah mati haid setelah pemberian terapi dengan pengobatan primer (dengan tamoxifen). Terakhir, pemberian kombinasi obat Kemoterapi lebih efektif dan direspon baik pada 60-80% penderita kanker payudara stadium IV.

Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami

Kami De Nature Herbal menyediakan Obat Kanker Payudara (Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami). Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.

obat kanker payudara

 Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut;

customer service